Rutinitas itu, membunuhku……

 

Rutinitas, satu saat akan menjadi pembunuh yang sangat mengerikan.  Pembunuhan terhadap bentuk kelebihan manusia yaitu kreativitas. Bila semua yang dikerjakan sudah datar-datar saja, tanpa ada satu bentuk tantangan, berhenti dengan perasaan puas. Kemudian  yang terjadi adalah aktivitasnya  datar dan bersifat routine semata. Seperti mesin yang seperti itu-itu saja kerjanya, ataupun seperti routine program komputer yang akan terus looping selama permintaan masih ada untuk mengerjakan hal yang sama. Lalu diam tak bergerak, menunggu perintah selanjutnya. 

 

Rutinitas sekonyong-konyong akan berubah menjadi kegundahgulanaan, ketidaktenangan, atau bahkan ketenangan yang menenggelamkan.

Namun di dalam rutinitas ada satu ketentuan yaitu jangan pernah berhenti, untuk kemudian lari darinya, dengan sejuta kekalahan, kekalahan dengan waktu, kekalahan biaya, kekalahan fikiran yang telah tercurah. Namun kalau berhenti sekedar intermezzo mungkin akan mampu menyegarkan kembali.

 

Rutinitas kadang hanya kecil. Kadang-kadang pula terlupakan, tertutup oleh proyek-proyek monumental yang sangat mengagumkan. Namun kadang pula  kita terjebak dalam monumental yang sementara saja, kita tidak tahan dengan hal yang besar tersebut dalam kurun waktu yang lama, dalam kurun waktu yang rutinitas.

 

Rutinitas, adalah bentuk aliran sungai yang dinamis, yang penuh warna, yang selalu mampu bergerak walaupun dihadang dengan bendungan, waduk atau danau, ia akan terus bergerak dengan melebar, naik, atau turun.  Sungai adalah dinamis yang bersumber sehingga ia mampu untuk tetap bergerak, jangan-jangan dinamisasi kita tak segesit air karena sumber kita lemah atau bahkan tidak bersumber sama sekali. Sungai rutinitas kita seharusnya adalah sungai yang mempunyai hulu hutan yang lestari, bukan hutan yang gundul yang habis pepohonannya, sehingga binatang penghuninyapun mati atau meninggalkan hutan tersebut.

 

Rutinitas kita adalah rutinitas yang berlandas laksana seorang pekerja, yang membangun sebuah gedung dengan menyusun bata dan komponen lainnya sehingga membentuk sebuah bentuk yang telah diinginkan sebelumnya dalam sebuah rencana maket, atau dalam sebuah rencana dalam gambar seorang arsitektur. Rutinitas kita bukanlah sebuah rutinitas seorang yang  yang menjahit sepotong baju dengan tekunnya namun setelah baju itu jadi maka akan dirobek-robek, kemudian ia menjahitnya lagi, lalu merobeknya lagi demikian seterusnya. Rutinitas kita adalah rutinitas yang terencana, seperti sebuah master plan yang jelas dalam gambar seorang arsitek.

 

Sesuatu yang berjalan rutin akan selalu menemukan bentuk kejenuhan, atau  dalam bentuk keteraturan yang tak ada semangatnya, seorang yang tiap hari pergi ke kantor, kemudian pulang pada sore harinya adalah pekerjaan yang sangat membosankan, bila ia tak mempunyai tanggungan maka ia  akan meninggalkannya, namun kalaupun ia meninggalkan dan menemukan satu pekerjaan baru setelah sampai pada titik tertentu ia akan berhadapan dengan kejenuhan, yang akan membunuh kreatifitas.

 

Apabila kita dalam perjalanan pulang atau saat kita dalam perjalanan berangkat ke tempat aktivitas maka yang kita temukan adalah bentuk rutinitas pemandangan yang sudah tidak kita kagumi lagi, jarang sekali kita membuat satu kondisi yang mampu membawa kita kembali pada padangan pertama kita pada pemandangan tersebut, yang tentunya akan diselimuti dengan rasa kekaguman. Demikian juga pada saat kita diliputi kejenuhan dan kebosanan jarang sekali kita menghadirkan kembali tujuan awal kita, sehingga  kita tidak mampu menyegarkan  semangat untuk meraih tujuan awal kita.

 

Apabila kita mampu untuk selalu kembali melihat tujuan-tujuan awal kita maka, semangat kita yang mungkin sudah payah akan mampu kita dorong kembali.

 

Walallahu’alam  Warsito suwadi

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: