alternatif pangan yang kian sempit

gembili-indra-riawan1

Gembili (foto Indra Riawan)

 

Alhamdulillah kita telah swasembada pangan pada tahun 2009 ini, bahkan ada rencana untuk mengekspor beras. Sungguh ini suatu prestasi dari bangsa ini yang sebenarnya bukan yang sulit untuk diwujudkan di masa-masa yang lalu.

Beras harusnya tidak menjadi makanan utama bangsa ini, apalagi dengan karakter suku-suku bangsa di Indonesia yang mempunyai kekhususan tersendiri dalam pola konsumsinya. Tidak semuanya makan beras, bahkan makan gandum yang jelas-jelas harus di impor. Karakteristik pola makan yang beragam membuat kita tidak tergantung pada satu komoditas pangan saja, sehingga elastisitas kita terhadap masalah pangan menjadi lebih baik.

Pengalaman masa kecil hidup di kampung Jawa, mungkin menjadi satu perbandingan yang menurut saya menarik, kemiskinan rata-rata penduduk desa pada waktu itu tidak menyurutkan keluarga-keluarga di desa untuk mengurangi jumlah anak mereka. Entah mereka hidup dengan kepasrahan atau memang belum gencarnya KB nisasi dari pemerintah Orba saat itu. Memang ada kekurangan pangan terutama makanan pokok saat itu yaitu jagung dan beras, namun kelaparan tidak begitu menghantui karena pangan pangan alternatif tersedia di pekarangan dan tegalan masyarakat desa pada waktu itu.

Penduduk desa pada waktu itu tak pernah meninggalkan sejengkal tanah di pekarangan mereka menganggur. Mereka menanami dengan berbagai jenis umbi-umbian yang mungkin sudah sangat asing dan langka untuk masa sekarang. Di pekarangan biasanya ditanami dengan umbi-umbian seperti uwi, wilus,gembili, gayong, garut, bengkuang, yang sewaktu-waktu dapat di panen apabila butuh makanan pendamping saat makanan pokok sedang menipis. Umbian seperti uwi, wilus, gembili, gayong, garut biasanya di rebus atau dibakar untuk sarapan ataupun mengganjal lapar saat menunggu makanan pokok matang di masak.

Pekarangan rumah tidak pernah sepi dengan kecipir, ubi jalar untuk yang dimanfaatkan daunnya untuk sayuran. Kecipir dan daun ubi ternyata mempunyai kandungan gizi yang sangat baik. Kecipir ternyata mempunyai kandungan protein yang tinggi, daun ubi mempunyai kadungan vitamin yang tinggi pula. Buah kecipir juga dimanfaatkan untuk camilan dan lauk.

Selain jenis-jenis umbian dan sayuran, masyarakat selalu menanam pisang di pekarangannya, jenis pisang raja, raja sereh, pisang ijo (ambon), pisang gablok, biasanya tersedia walaupun cuma satu rumpun. Pisang mempunyai kedudukan penting, pisang dimanfaatkan buah dan daunnya. Buah biasanya memang diperuntukkan untuk dijual khususnya buah yang bagus, kemudian buah yang kurang bagus dan kecil buahnya untuk konsumsi sendiri. Buah pisang menjadi sumber pendapatan tambahan yang ada di pekarangan. Selain buah daun pisang raja, gablok dimanfaatkan untuk pembungkus makanan. Daun pisang adalah salah satu komiditi yang cukup laku, sehingga dari daun yang masih bagus dapat dijual ke pasar sebagai tambahan sumber penghasilan. Dari daun pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.

elastisitas ketahanan pangan akan semakin baik bial karakteristik dalam pola pangan yang bervariasi tetap dipertahankan bahkan diperkuat. Mereka yang makanan pokoknya jagung biarkan tetap makan jagung, demikian yang makan umbi-umbian, demikian juga makin banyak alternatif pangan seperti misalnya ubi, gembili dan berbagai macam umbi-umbian akan semakin menurunkan tingkat ketergantungan pada komoditas pangan tertentu, sehingga cerita kelaparan dan kekurangan gizi tidak akan terjadi lagi karena sempitnya alternatif pangan yang diketahui dan dikomsumsi oleh masyarakat (semoga).

warsito Suwadi   @ sitosuwadi@yahoo.com

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: