KECERDASAN

Kecerdasan menjadi sebuah kajian yang menarik, bahkan kajian ini tampaknya akan terus mengalami perkembangan, sesuai dengan sisi-sisi kebutuhan dan pemahaman manusia yang terus berkembang. Eksplorasi kecerdasan telah diawali dengan  menggunakan  parameter IQ (Intellegence Quotient ), EQ (Emotional Quotient), dan paling terakhir adalah SQ (Spiritual Quotient).  IQ adalah kemampuan manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat bantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya. EI (Emotional Intellegent) adalah kemampuan manusia untuk memanfaatkan emosinya guna mencapai  cita-cita yang tinggi.  SI (spiritual Intellegent) adalah kemampuan manusia  untuk membedakan hal-hal yang baik dari hal-hal yang buruk, yang positif dari yang negatif, haq dari yang batil, yang legal dari yang melanggar hukum sesuai atau berdasarkan ajaran-ajaran agama yang dianut manusia.

Kecerdasan manusia tentu sangat berkaitan erat dengan otak dan kalbu yang dimiliki manusia. Kebaikan dan keburukan yang dilahirkan manusia dalam tindakan nyata tentu awalnya terlahir dari komponen ini. Allah telah menganugerahkan manusia dengan kemampuan otak yang luar biasa.

Kemampuan otak yang luar biasa yang dimiliki oleh manusia, ternyata pemanfaatannya dalam kondisi normal masih sekitar 4%, sehingga kecerdasan-kecerdasan emosional atau bahkan kecerdasan spiritual tidak tertutup kemungkinan  penggunaannya akan sama sama yaitu cuma 4%.

Dengan potensi yang begitu besar sudah selayaknya manusia mendapat amanat yang berat sebagai khalifah yang harus  membuat kesejahteraan dan kerahmatan di bumi ini. Lalu bila kita melihat dan merasakan kondisi umat Islam saat ini jangan-jangan kita telah mendzolimi diri dan amanat ynag telah diberikan.

Kebodohan yang melanda khususnya pada diri saya maupun orang-orang yang terbodohkan kemungkinan besar bukanlah karena kesalahan sistem namun jangan-jangan karena kemalasan untuk menggali diri, memanfaatkan dan semakin mempertajamnya amanah terindah dan termahal yang diberikan Allah kepada kita.

Coba kita bayangkan alangkah dasyatnya kita bila mampu mengkaryakan potensi otak kita cukuplah 50 % saja. tentu tidak ada keraguan lagi bahwa beban tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi akan dapat ditanggung.

Sebagai umat Islam syarat-syarat sebagai pengembanan tugas suci ini sudah lengkap kiranya. Tentunya setiap mukmin telah memiliki kecerdasan spiritual yang lebih bila di banding orang ateis.  Untuk potensi IQ dapat digali dengan kekuatan Iqro, demikian juga untuk EI telah disediakan dalam Islam dalam keluasan akhlaqul karimah yang diajarkan.

Perspektif Islam mensikapi masalah kecerdasan, mungkin agak aneh karena kecerdasan dikaitkan dengan ingat mati. Lalu ada apa dibalik ini? Wallahualam bishshowab

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: