BERMANFAATLAH!!!

 oleh: Warsito Suwadi   (sitosuwadi@yahoo.com)

Sesuatu benda yang ada dalam kehidupan manusia, pasti memiliki kemanfaatan  yang akan dan telah dirasakan oleh pemiliknya. Demikian benda tersebut akan dibuang apabila nilai kemanfaatannya sudah hilang bagi pemiliknya. Benda tersebut kemudian  turun statusnya dari benda yang bermanfaat menjadi sampah.

Kemanfaatan selalu memiliki sebuah nilai  yang berarti dalam segala bentuknya. Dimensi kemanfaatan memiliki bentuk yang sesuai dengan lingkungan di mana kemanfaatan itu dapat dipetik dan seberapa besar ia bisa dipetik. Ada kemanfaatan untuk dirinya sendiri, untuk keluarga, untuk tetangga bahkan untuk masyarakat luas. Dalam bentuk apapun kemanfaatan itu berwujud, ia akan tetap menjadi sebuah komoditi yang dicari-cari.

Suatu kemanfaatan tidaklah selalu dalam bentuk  penampilan yang sempurna, namun lebih pada fungsionalnya.  Kursi yang sudah reot ternyata masih mempunyai kemanfaatan yang tinggi bagi orang yang hanya memiliki satu kursi reot tersebut. Tetapi sebuah kursi yang kondisinya lebih baik dari kursi yang reot tadi, karena telah dibuang di tempat sampah oleh pemiliknya, maka nilai kemanfaatannya telah hilang. Demikian sebuah kemanfaatan tidak selalu dengan bentuk yang sempurna, namun kemanfaatan akan bernilai lebih apabila ia berada pada tempat dan waktu yang tepat.

Kemanfaatan begitu melimpah diberikan oleh lingkungan alam kita, sungguh kemurahan ini adalah satu bukti betapa Maha Pengasihnya Allah terhadap  makhluknya. Mulai dari barang tambang, lautan yang menghampar dengan segala isinya,  bermacam ragam tanaman baik yang telah dibudidayakan atau yang masih berupa plasma nutfah, berjenis-jenis hewan ternak maupun hewan peliharaan. Semuanya mengalirkan kemanfaatan semata-mata bagi manusia.

Menggali manfaat yang lebih besar

Kebutuhan bagi  kehidupan manusia yang terus melaju, dibutuhkan satu rekayasa manusia dengan ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi untuk terus mencari keunggulan-keunggulan dari tanaman maupun hewan. Rekayasa-rekayasa yang dilakukan tersebut dikenal dengan usaha pemuliaan tanaman maupun hewan. Pemuliaan dalam ruang-ruang laboratorium dengan segala metodenya memunculkan varietas-varietas dan spesies-spesies  yang memiliki dan memberikan kemanfaatan yang besar bagi manusia.

Tanaman dan hewan unggul akan terus menjadi pilihan bagi petani dan peternak karena menguntungkan dan banyak diminati oleh konsumen. Petani dan peternak akan mendapatkan keuntungan maksimal. Keuntungan yang dinikmati adalah persembahan kemanfaatan yang maksimal dari tanaman dan hewan unggul tersebut.

Demikian halnya pada manusia yang selalu mengeluarkan produk-produk kemanfaatan. Kemanfaatan yang dihasilkan cepat atau lambat akan menjadi komoditi yang dicari-cari. Produk-produk bermanfaat tersebut akan terus mengalami peningkatan-peningkatan dengan sarana uji coba dalam laboratorium kehidupan ini. Hingga pada satu saat tertentu ia akan mencapai pada tataran unggul dengan produk-produk kemanfaatan yang maksimal. Kemuliaan yang direngkuh adalah kemuliaan di mata manusia maupun  dihadapan Allah SWT.

Demikian bahwa orang-orang yang bermanfaat adalah orang-orang yang selalu mengalami pemuliaan-pemulian, melalui serangkaian ujian-ujian dalam laboratorium kehidupan. sehingga ia akan mencapai kedudukan unggul.

Proses pemuliaan  pasti bukanlah sebuah proses yang sederhana dan dalam waktu sebentar. Bahkan mungkin sebuah usaha yang keras dan kesabaran yang tinggi agar kita bisa melalui ujian demi ujian. Kesabaran yang tinggi akan  mampu memberi kekuatan untuk terus maju dan memberikan kesiapan menghadapi ujian, sehingga dari proses tersebut mampu mengeluarkan kemanfaatan yang maksimal dan unggul. Walaupun tak jarang kegagalan sering menimpa, namun dalam laboratorium kehidupan try and error adalah sebuah kelaziman atau bahkan sebuah keniscayaan.

Kemanfaatan yang besar tentu tak selalu datang dari sebuah percobaan-percobaan yang maha besar, namun aktifitas kemanfaatan yang remeh-remeh, yang kecil-kecil akan mampu memunculkan dan melahirkan kemanfataan yang besar, namun karena kemanfatan kecil adalah sebuah kesepelean maka seakan-akan ia dihindari karena kecilnya, namun kadang ketika kita mengejar kemanfatan yang mercusuar, kemanfaatan yang besar, kita tersandung bahkan terpuruk karena kapasitas keunggulan kita belum mencapai kualitas yang disyaratkan.

Coba kita mulai menghasilkan produk-produk kemanfaatan walaupun kecil dan remeh bentuknya, bahkan kemanfaatan tersebut tak terlihat oleh orang lain, namun dengan kesabaran  serta daya tahan yang tinggi sudah menjadi keniscayaan, kemanfaatan kita akan mengalami peningkatan-peningkatan pada derajat yang unggul, yang tak hanya dapat dinikmati oleh lingkungan diri sendiri, namun kemanfatan itu mengalir dan direguk oleh masyarakat luas. Kemanfaatan yang kecil yang terus mengalir dalam keteraturan adalah lebih dicintai oleh Allah, daripada sebuah proyek yang besar namun hanya sebuah insidential semata-mata tanpa ada keterlanjutan. Karena kemanfaatan yang terus mengalir akan berjalan pada laboratorium-laboratorium kehidupan yang terus merekayasanya menjadi kemanfaatan yang unggul.

Maukah kita menjadi telaga-telaga kemanfaatan, walaupun kecil bentuknya untuk terus tumbuh  menjadi  unggul dan menjadi manusia terbaik, karena kemanfaatan kita yang terus mengalir. (ws)

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: