sendu di kanvasku

Kutumpahkan semua kepenatanku pada selembar kanvas putih, dengan warna-warna yang berani merah, hitam, putih, kuning menyala. Kunyalakan lagi jiwaku yang mulai reda. Merah dan putih tidak aku campur, memerah menyala-nyala, membakar dan menghidupkan obyek lukisku. Namun semburat warna putih kutimpakan pada pinggir warna merah agar kontur warnanya tidak terlalu tajam.

Kusemburatkan lagi warna kuning yang ngejreng memeriahkan obyek yang sebenarnya adalah sendu, lalu mau kubawa kemana obyekku?, ahh tidak urusan, kusiram lagi kanvas putihku dengan luapan emosiku yang makin memanas walaupun obyek lukisanku sendu. Kuraih lagi warna putihku kulabur dan kukawinkan dengan kuningku, agak lunak namun sendu obyekku belum juga muncul, yang muncul gelegar semangat warna merahku. Tanpa sadar telah kupadamkan warna merah itu dengan kekejaman tube hitamku, merahku mengejang, sekarat dan kelabu, tetapi belum mati, namun antara mati dan hidup. Uhh.. senduku mulai nampak, berlahan-lahan merambah, menyeruak puas ke sekujur kanvasku, walaupun masih warna putih kanvas yang belum aku intervensi.

Sendu obyekku muncul, namun perlahan-lahan obyek senduku agak kabur, kadang jelas kadang menghilang, senduku kehilangan semangat, senduku kehilangan¬† merah, namun bukannya aku masih memiliki warna kuning yang dengan mesranya berkawin dengan putih. Dan masih banyak warna-warna lain yang ada dikoleksi warnaku yang belum berpartisipasi. Aku mohon obyek senduku jangan engkau tinggalkan aku dalam keterasingan kanvas putih ini, sungguh aku mohon jangan kau kabur, ehh jangan kau pergi tinggalkan aku bisa mati kesepian, aku bisa mati dalam kesenduan, aku mohooon….

Kuraih lagi warna merahku, kutumpahkan dengan penuh harap agar obyek senduku mau kembali, mau mencumbui kembali imajinasiku. Dengan penuh harap, dengan penuh mengiba aku oleskan, aku laburkan aku poleskan kembali sesuai alur yang tadi kulalui dengan penuh kehati-hatian, namun apa lacurnya ia semakin tenggelam dalam kekelaman hitam itu dalam kematian yang tak mati. Aduh aku semakin tersiksa, aku semakin sekarat aku putus asa. Tidak aku belum putus aku harus bangkit!!!!

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: