Cintai Aku apa adanya

Hari-hari pernikahan yang dilalui adalah aliran perjuangan yang akan terus dilalui sampai sebuah muara menjemput. Tanpa adanya kesungguhan membuat ia hanyalah perjuangan kesia-siaan, penderitaan dan kebosanan yang membuat berhenti, mandeg, lalu mati dalam hidup, hidup dalam kematian.Memaknai perjalanan, membuatnya menjadi lebih berarti dari sekedar arti yang biasa-biasa saja, arti dengan kesungguhan adalah arti yang sebenarnya, yang memiliki keunikan-keunikan tersendiri dari setiap individunya. Meraih keunikan adalah kepuasan tersendiri yang tidak pasaran yang biasanya murah harganya, seperti produk pabrikan.

Lika-likunya membuat terus untuk berada didalamnya, tidak ada kata bosan, penuh dengan hal-hal yang baru. Penuh dengan perasaan yang hangat, tanpa ada satu kebohongan yang kadang muncul atau sebuah ketakutan-ketakutan bayangan masa depan yang menciutkan jiwa, penuh keyakinan, penuh keimanan dalam meniti perjalanan hidup ini.

Alhamdulillah, Allah mempersembahkan teman dalam tiap kehidupan ini, kemana selalu dalam kebersamaan hati, memperhatikan, menyemangati sehingga kebosanan itu berubah menjadi semangat, kesedihan itu menjadi keceriaan.

Akhirnya setelah perjalanan waktu harus dikatakan, “aku mencintaimu dengan apa adanya, aku mencitaimu dengan sepenuh yang aku punya”. Kata-kata itu mampu memangkas semua riak gelombang karena angin masa lalu, bayang-bayang yang tak pernah terwujud, kekecewaan-kekecewaan yang tak mendasar.

Hari -hari kedepan sudah tak perlu ada himpitan setengah-setengah dalam hati, ketika anak-anak lahir, ketika tangung-jawab makin bertambah, tak perlu lagi hati terobang-abing oleh masa lalu dan perasaan-perasaan, sebab bangunan yang telah berdiri butuh untuk dibenahi, dengan cat yang riang dan warna-warna yang hangat, ataupun pernak-pernik yang selalu menyegarkan ketika kita didera kelelahan.

Totalitas itu adalah cintanya Rasulullah terhadap kecintaannya Khodijah tersayang, totalitas itu adalah menerima apa adanya dan memberi apa yang dipunyai agar menjadi sempurnanya bangunan suci itu mengemban misinya, menjadikan madrasah bagi lahirnya tauladan-tauladan di tengah umat, berbiaknya generasi rabbani yang akan mengusung kejayaan peradaban yang mulia dimuka bumi. (abisaif 05)

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: