Gejala dan Masalah

Masalah telah menjadi komponen yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, sehingga akan menjadi masalah bila kita tidak punya masalah, atau tidak tahu kalau punya masalah dan yang lebih parah bila kita menjadi orang yang bermasalah.Setiap orang akan diuji dengan masalah, dan tentu saja kadar ujian yang diterima adalah relatif untuk setiap orang, dan Allah telah menentukan masing-masing kadar tersebut sesuai dengan kapasitas kita. Sehingga satu pegangan bahwa pada dasarnya ujian atau permasalahan yang menimpa kita, adalah pasti mampu untuk kita pecahkan, sebab kadarnya telah secara unik disesuaikan dengan keadaan kita.

Dalam memandang permasalahan orang akan melihatnya berbeda-beda, sehingga sudut pandang penyelesaian juga akan berbeda-beda sesuai kadar orang tersebut. Menarik untuk kita simak sebuah tag line dari pegadaian ” Mengatasi masalah tanpa masalah”, sebuah ide penyelesaian masalah yang komprehensif, sesuai dengan tingkatan dampak dan urgensinya dalam penyelesaian.

Sungguh menarik untuk kita simak tentang keadaan sekeliling kita, lingkungan, rumah tangga bahkan diri kita sendiri yang selalu dilingkupi dan didatangi oleh permasalahan yang silih berganti tanpa henti sampai ajal nanti menjemput. Permasalahan itu adalah batu undakan, batu tangga yang akan menghantarkan kita pada tingkatan-tingkatan menuju ketinggian. Ketinggian keimanan, keilmuan, kedewasaan, wawasan. Semua ketinggian itu akan bisa diraih dan terus menerus ujian dan masalahnya juga akan meninggkat, seperti pepatah ,semakin meninggi suatu pohon maka akan semakin kencang pula angin, badai, topan yang akan mengguncang, kemudian bagi sang pemenang adalah mengatasi masalah tersebut tanpa membuat masalah baru, atau ibarat pohon yang di guncang dan di hantam badai walau ranting dan dahannya luruh namun batang tetap terpancang menjulang tinggi dan siap untuk menumbuhkan ranting,dahan dan daun yang lebih kuat lagi.

Untuk menjadi pemecah masalah-masalah dan kemudian menjadi pemenang dengan mengatasi masalah tanpa masalah, tentu dibutuhkan banyak hal, namun dari semua itu sangat dibutuhkan kemampuan untuk membedakan gejala masalah dan masalahnya itu sendiri. Menurut kita misalnya rumah tangga yang selalu ribut tiap hari, disikapi sebagai gejala atau masalah. Apabila ribut tiap hari disikapi sebagai masalah maka dari keributan itu misalnya ditemukan solusi bahwa masing-masing pasangan supaya tutup mulut, biar tidak ada ribut lagi. Namun dengan diamnya apakah tetap tidak akan ribut?.
Apabila ribut didudukkan sebagai gejala dari sesuatu masalah maka, keributan cukup didudukkan sebagai gejala, selanjutnya coba didiagnosa untuk mencari akar permasalahan yang menyebabkan keributan tersebut. Tentu kemudian dari pasangan tersebut perlu mengintrospeksi dan duduk dengan kepala dingin, sebenarnya apakah masalah yang menyebabkan keributan itu muncul.

Jadi, permasalahan tentu tak akan pernah usai, sampai pada usainya kehidupan ini. Namun permasalahan adalah untuk diselesaikan, bukan untuk dihindari. Biar tidak salah menanganinya perlu dengan jeli mencari akar-akar permasalahannya, bukan gejala permasalahannya atau akibat permasalahannya saja. Hingga kemudian benar-benar jelas penyebab permasalahannya sehingga dapat kita selesaikan permasalahan kita secara komprehensif.

Ws

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: