gusur kaki 5

Penggusuran kaki 5.

 

 

Terkejut, ia memandang dengan pucat, wajah tanpa darah, matamu sayu namun tajam, tak ada setitik rasa di wajah tirusmu. Diam hanya memandang, sepasang matamu menjadi mata elang, tanpa kedip menusuk di tangkup jantung. Pelan suara sengau meluncur, “ aku hanya cari makan, aku tak pernah ganggu orang”.

 

Keributan itu menjadi kekacauan belaka. Batu, kayu beterbangan, air pemadam kebakaran menyemprot mematikan api perlawanan. Terakhir letusan peluru mengoyak, darah melesak, melebar, melebar, bercampur dengan air.

 

Genangan air, merah menghitam bercampur tengiknya sebuah pasar.

 

Penggusuran kaki 5.

30/0806

About salwanaz
Kontak saya di: itosuwadi@gmail.com, facebook:warsito suwadi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: