bila kita ingat ini adalah ujian

Mudahnya kita marah, putus asa, sedih, seakan dunia telah tutup layar, bahkan parahnya ingin bunuh diri. Sungguh berat hidup ini, sungguh berat hidup ini, hidup sungguh berat.

Namun coba tarik simpul kecil untuk ingat pada Allah, Istighfar, dan ingat bahwa kesempitan ini datang dari Allah sebagai cobaan, ujian, bahkan pembakar dosa kita.

Ingat bahwa Allah sangat sayangnya pada kita, sangat cintanya, sangat melindunginya. Luruhkan air mata, kemudian ingat semua nikmat-nikmatnya, yang tentu kita tak akan mampu untuk menghitungnya.

Ketika kita telah tiba pada kondisi bahwa semua yang terjadi adalah ujian, hati kita akan lapang dan lega karena Allah akan memberi jalan keluar terbaik untuk kita.

Indahnya hidup ini, ringannya hidup ini, bahagianya hidup ini.

Published in:  on March 31, 2009 at 10:11 am Leave a Comment

Bangga menjadi Bangsa Tempe

Menjadi bangsa tempe?, seharusnya tidak lagi merasa rendah diri, tak lagi malu dengan asosiasi bangsa tempe Bangsa tempe adalah bangsa yang cerdas, bangsa yang kuat, bangsa yang bermanfaat, bangsa yang unggul. (more…)

Published in:  on March 25, 2009 at 3:18 am Leave a Comment

merangkak seperti kura-kura

pelan-pelan, merangkak untuk melaju

memperkenalkan diri pada khalayak

salwanaz nembus juga angka  2000 pengunjung, entah pengunjung setia atau tak sengaja.

jadi satu tantangan untuk lebih baik lagi

Published in:  on March 24, 2009 at 4:31 am Leave a Comment

Krisis Keuangan Masuk Babak Baru

Krisis Keuangan Masuk Babak Baru
Masyarakat Luas Diharapkan Tetap Bijak
Kompas,  Jumat, 14 November 2008 | 00:48 WIB

Jakarta, Kompas – Krisis di pasar keuangan domestik memasuki babak baru, yang dimulai dengan bermunculannya berbagai rumor tentang kesulitan likuiditas yang dihadapi sejumlah bank. Kejadian yang sebenarnya hal biasa itu dengan cepat berkembang menjadi rumor yang berbahaya. (more…)

Published in:  on November 14, 2008 at 4:27 am Leave a Comment

Biru laut

Bahagiapun adalah pilihan kita, anda mau bahagia atau sedih dan sengsara adalah tergantung pada pilihan kita sendiri, bukan karena atau sebab orang lain.Kebahagian bukan uang kesenangan semata, kebagaian bukan kekuatan kekuasaan semata, kebahagiaan adalah hati.

Kebahagian bukanlah sesaat lalu kegelisahan yang menghantui, ia selaksa birunya laut, bukan keruhnya air limbah karena sejatinya biru itu meneduhkan dan tak berbatas dengan langit yang terhampar. Biru itu sejatinya adalah langit yang bercurah ke lautan.

Apa sesungguhnya birunya laut, sesungguhnya ia adalah karunia dari kebeningan dalam kedalamannya. Tanpa kebeningan laut tanpa birunya.

Published in:  on November 9, 2007 at 3:16 am Leave a Comment

Gejala dan Masalah

Masalah telah menjadi komponen yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, sehingga akan menjadi masalah bila kita tidak punya masalah, atau tidak tahu kalau punya masalah dan yang lebih parah bila kita menjadi orang yang bermasalah.Setiap orang akan diuji dengan masalah, dan tentu saja kadar ujian yang diterima adalah relatif untuk setiap orang, dan Allah telah menentukan masing-masing kadar tersebut sesuai dengan kapasitas kita. Sehingga satu pegangan bahwa pada dasarnya ujian atau permasalahan yang menimpa kita, adalah pasti mampu untuk kita pecahkan, sebab kadarnya telah secara unik disesuaikan dengan keadaan kita.

Dalam memandang permasalahan orang akan melihatnya berbeda-beda, sehingga sudut pandang penyelesaian juga akan berbeda-beda sesuai kadar orang tersebut. Menarik untuk kita simak sebuah tag line dari pegadaian ” Mengatasi masalah tanpa masalah”, sebuah ide penyelesaian masalah yang komprehensif, sesuai dengan tingkatan dampak dan urgensinya dalam penyelesaian.

Sungguh menarik untuk kita simak tentang keadaan sekeliling kita, lingkungan, rumah tangga bahkan diri kita sendiri yang selalu dilingkupi dan didatangi oleh permasalahan yang silih berganti tanpa henti sampai ajal nanti menjemput. Permasalahan itu adalah batu undakan, batu tangga yang akan menghantarkan kita pada tingkatan-tingkatan menuju ketinggian. Ketinggian keimanan, keilmuan, kedewasaan, wawasan. Semua ketinggian itu akan bisa diraih dan terus menerus ujian dan masalahnya juga akan meninggkat, seperti pepatah ,semakin meninggi suatu pohon maka akan semakin kencang pula angin, badai, topan yang akan mengguncang, kemudian bagi sang pemenang adalah mengatasi masalah tersebut tanpa membuat masalah baru, atau ibarat pohon yang di guncang dan di hantam badai walau ranting dan dahannya luruh namun batang tetap terpancang menjulang tinggi dan siap untuk menumbuhkan ranting,dahan dan daun yang lebih kuat lagi.

Untuk menjadi pemecah masalah-masalah dan kemudian menjadi pemenang dengan mengatasi masalah tanpa masalah, tentu dibutuhkan banyak hal, namun dari semua itu sangat dibutuhkan kemampuan untuk membedakan gejala masalah dan masalahnya itu sendiri. Menurut kita misalnya rumah tangga yang selalu ribut tiap hari, disikapi sebagai gejala atau masalah. Apabila ribut tiap hari disikapi sebagai masalah maka dari keributan itu misalnya ditemukan solusi bahwa masing-masing pasangan supaya tutup mulut, biar tidak ada ribut lagi. Namun dengan diamnya apakah tetap tidak akan ribut?.
Apabila ribut didudukkan sebagai gejala dari sesuatu masalah maka, keributan cukup didudukkan sebagai gejala, selanjutnya coba didiagnosa untuk mencari akar permasalahan yang menyebabkan keributan tersebut. Tentu kemudian dari pasangan tersebut perlu mengintrospeksi dan duduk dengan kepala dingin, sebenarnya apakah masalah yang menyebabkan keributan itu muncul.

Jadi, permasalahan tentu tak akan pernah usai, sampai pada usainya kehidupan ini. Namun permasalahan adalah untuk diselesaikan, bukan untuk dihindari. Biar tidak salah menanganinya perlu dengan jeli mencari akar-akar permasalahannya, bukan gejala permasalahannya atau akibat permasalahannya saja. Hingga kemudian benar-benar jelas penyebab permasalahannya sehingga dapat kita selesaikan permasalahan kita secara komprehensif.

Ws

Published in:  on November 8, 2007 at 9:27 am Leave a Comment

Butiran-butiran hujan

Masih sesore ini rintik hujan semakin menderas. reda tak kunjung menghampiri. Sementara senja semakin berkejaran dengan detik-detik jam tangan. Lelah merayap menjadi satu sandaran bahwa telah jauh perputaran itu sampai dan menemukan titik awal bermula.Sore yang basah merayap malam yang gelap. Lampu-lampu jalanan menghablur menerobos dinding-dinding kristal butiran hujan, membuat pandangan terhalang oleh deretan sinar yang diurai menjadi tarian-tarian dipentas titik-titik air yang membasahi helm. Kayuh terus kayuh menerjang kubangan, menimbulkan sensasi cipratan yang meriahkan. Untung bawa jas hujan, cenung dalam hati, hingga tak perlu terhambat tertambat di halte bus yang telah berjejal manusia berlindung dari guyuran hujan.

Terbetik mencibir, salah siapa tak bawa jas hujan, udah tahu kalau lagi masa sering-sering turun hujan, Kalau begitu kan waktu terbuang percuma, sedang keluarga menunggu harap-harap cemas terhadap keselamatan.

dingin itu semakin menambah gigilan gigi yang tak kuasa menahan tebasan angin yang semakin meruntuhkan ketebalan jaket. Namun masih dapat teratasi. Segerombolan motor itu beriringan dengan laju agak pelan karena memang tak memungkinkan untuk ngebut karena macet ceetttt!!!.

Helai rambut yang tak terlindung digunjang hembusan dingin terlihat titik air hujan menggelayut, semakin masai rambut tak terurus itu.

Semakin dingin akan mengundang kegairahan, untuk duduk-duduk di sini, di lampu merah dekat jembatan layang dan kolong jembatan tempat biasa keluarga melepas penatnya. Lumayan juga seorang ibu mengulurkan lembaran ribuan. Sementara mata emak menguasai setiap gerak gerik di kejauhan. Batinnya “semoga kau semakin menggigil dan menengadahkan tangan agar semakin pula banyak orang iba dan mengulurkan lembaran rupiah terhadapmu.

Desah atau tangisan yang tak tersisa ketika runtuhan gunung melumatkan perkampungan. Batu-batu dan Lumpur serta tanah menjebol dinding-dinding rumah merangsek melumatkan meratakan dan tenggelam terhanyaut dalam aluran Lumpur yang terjun tanpa dikait lagi oleh rindangnya pepohonan. Terjual demi sebuah ambisi yang memakan gelondongan-gelondongan kayu bulat-bulat. Kembali lagi rintihan itu ditindas oleh batu gunung bulat-bulat.

Nafas tersendat tersengal hampir putus ketika harus melawan arus air yang menggila di tengah jalan yang diputus oleh banjir, kenekatan yang kadang harus dibayar dengan nyawa satu-satunya, untunglah tim SAR segera datang menyelamatkan. Banyak rumah terendam, kerugian material yang tak terhitung kemudian bantuan datang mengalir menyemut.

Published in:  on November 7, 2007 at 7:09 am Leave a Comment

Hati bertatah cinta

Bilakah hati bertatah cinta

Ranum mengejar, sebisiknya menghanyutkan.

Bilakah hati bertatah cinta, penderitaan terasa keindahan.

Bilakah hati bertatah permata tentu kesakitan sepanjang masa.

Bila hati bertatah mutiara kedukaan tak terkira.

 ws

Published in:  on November 6, 2007 at 10:03 am Leave a Comment

Pesan Tak Sampai

 

Sependek pesan tertulis di sms
Lama aku memahami.
Pelan-pelan kuhubung dan kusambung.
Menyernyit dahi “mungkin ini maksudmu”.

Pesan yang kuterima terus mengiang
tanpa jelas iangannya ditelingaku.
Terakhir aku menyerah
“Tolong, apa maksud sms-mu?”.

Sayang pulsa tak mencukupi
Buat nelpon jelas aku tak sanggup.
Kupendam lagi mencari arti
terlupa itu yang kuingini.

Kawan, pesanmu tak sampai.

ws

. 

Published in:  on at 9:49 am Leave a Comment