Tembang-tembang sunyi

akar

 

Tembang-tembang sunyi di tengah butiran-butiran air yang tumpah ruah dari angkasa raya. Tembang-tembang sunyi rasa syukur atas nikmatnya untuk menghidupkan hati gersang. Tanah jiwaku yang gersang menjadi gembur, subur, mencecap karunia terbaik ini.

Hujan yang indah ditingkahi sinar matahari untuk mengukir pelangi di kaki langit yang mendung. seperti harapan yang mesti didaki walau kadang itu semu, menghablur bersama sirnanya matahari ditelan senja beranjak.

Tembang-tembang lirih liris, menjadi benih-benih simfoni yang syahdu berdegup di dalam jiwa ini. Benih-benih nan bermutu menggeliat di tanahku yang gembur subur, kutunggu pagiku biar menyapa benih jiwaku, biar tumbuh menjadi pohon hidupku yang tinggi menjulang tinggi, mengakar kuat di bumi, berbuah lebat sepanjang masa, untuk dinikmati makhluk yang berkunjung, biarkan angin dan hujan membawa buahmu untuk makhluk lainnya yang tak sempat berkunjung.

Ya Allah aku ingin menjadi pohon yang kokoh, memberi manfaat yang melimpah untuk kehidupan dunia dan akherat kelak.

Published in:  on April 1, 2009 at 3:21 am Leave a Comment

The URI to TrackBack this entry is: http://salwanaz.wordpress.com/2009/04/01/tembang-tembang-sunyi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.