di Persimpangan Jalan

Sebagai tanda  terima kasihku, aku tumpahkan segala yang kupunyai, semata-mata untuk engkau walaupun tidak seorang, namun itu adalah sebagian besar dari yang aku punya. Engkau masih seperti yang dulu, sedangkan aku sudah mulai naik dan uzur. Kau mau mengertikan aku.

Kau hanya diam beribu bahkan berjuta bahsa, kau merasa terluka dan tertinggalkan oleh aku, oleh kenyataan disekelingmu, dan juga oleh dirimu sendiri. Sekali lagi lalu aku katakan, aku masih disini, tidak kemana-mana bahkan aku tidak di mana-mana, aku hanya disini menunggui dengan setia. Mari beranjak bersama, berjalan bersama, bahu-membahu tanpa ada saling menyikut sama sekali, yang sama sekali. Bagaikan sepasang binatang yang diberi kebebasan untuk terbang dan hinggap dimanapun, mencari tempat yang cocok untuk bersarang kemudian bersama-sama membesarkan anak-anaknya, dengan walau rasa berat bahkan menderita aku masih tetap menunggu.
(more…)

Published in:  on March 11, 2008 at 6:18 am Leave a Comment