Mau kemana kita?

 railway_lines-2.jpg

Ketika kita dilanda rasa kejenuhan yang keterlaluan, hal yang sering muncul dalam benak kita adalah rasa bosan yang sangat, serta tak tahu mau kemana kita. Ketika kita menjadi orang yang saat itu sedang lemah atau sedang menurun indeks keimanan kita, maka sajian-sajian alternatif yang negatif yang akan dihidangkan di alam lintasan fikiran kita.

Dan saat itu mungkin kita bisa jatuh dalam pelukan dosa, apabila kita tidak cepat-cepat melepaskannya maka cengkeraman itu semakin kuatnya. Mau kemana kita?
(more…)

Published in:  on February 21, 2008 at 9:01 am Leave a Comment

Riba dalam Pandangan Tiga Agama

Republika, Senin, 18 Februari 2008

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan).

Riba dibagi menjadi dua yaitu riba fadl (riba jual beli) dan riba nasiah (riba hutang). Riba nasiah disebut juga riba jahiliyah. Riba fadl adalah tambahan pada salah satu dari dua alat tukar (barang) yang satu jenis. Riba nasiah adalah riba yang disebabkan oleh adanya penundaan (utang) yang terjadi pada harta riba. (more…)

Published in:  on February 19, 2008 at 3:42 am Leave a Comment

Kita adalah air

1wm_waterfall_016-2.jpg   

Air merupakan unsur kehidupan ini yang tak akan pernah terpisahkan dalam keseharian. Ia ada dan mengalir dalam tubuh kita. Ia ada dan mengalir  di sekitar kita. Kita tak akan terpisah dengannya karena sebagian besar diri kita adalah air.

Air mengalir dari pegunungan yang tinggi menjulang setelah dihempas dari langit dengan hujan yang menyuburkan. Terus mengalir, namun disimpan dan ditahan oleh akar tanaman, hingga menjadi gudang air yang akan kontinyu memasok kebutuhan kita dalam aliran sungai yang jernih dan sumber-sumber air di sumur-sumur kita.

Air  adalah semangat yang tak pernah pudar seberapa besar apapun yang merintangi untuk menuju lautan luas tujuannya. Tak terkendala oleh ikatan tanah dan akar tanaman, kuatnya bendungan dan kungkungan dalam dam-dam yang tangguh. Bahkan bila tidak disalurkan maka akan dijebol juga. Bahkan dalam keterkungkungan wadah yang tak mungkin dijebol, ia bisa merayap dalam kain yang terjulur ke dalamnya, ataupun langkah terakhir menguap menuju angkasa.

Tak tertahankan, tak terbentung, tak terkungkung.

Dalam tubuh kita adalah air, yang terus menggelegak tak pernah pantang mundur, bahkan mendobrak semua halangan, menghalau semua rintangan untuk menuju tujuan-tujuan hakiki kita.

warsito suwadi (sitosuwadi@yahoo.com)

Published in:  on at 3:26 am Leave a Comment

Krisis Keuangan AS

 Republika, Jumat, 25 Januari 2008

Krisis Keuangan Sepanjang Sejarah

Black Thursday
1929

Krisis yang terkenal dengan sebutan Black Thursday ini telah membuat AS dan juga ekonomi dunia mengalami depresi besar selama 1930-an. Usai maraknya spekulasi di pasar modal sepanjang 1920-an, ketika industri penyiaran radio dan produksi mobil mulai tumbuh.

Dimulai dengan jatuhnya harga saham sebesar 13 persen pada hari Kamis 24 Oktober 1929. Walau otoritas pasar modal telah berupaya menstabilkan pasar, harga saham terus jatuh lagi 11 persen pada Selasa 29 Oktober. Pasar jatuh sampai dasar pada 1932 ketika nilai saham tersapu hingga 90 persen. Butuh waktu 25 tahun bagi Dow Jones untuk pulih kembali ke level 1929. Dampaknya sangat terasa karena saham dimiliki oleh banyak kelas menengah yang kemudian mengurangi konsumsi mereka akan barang-barang seperti rumah dan mobil. Sementara kalangan pebisnis menunda investasi dan menutup pabrik. Pada 1932, ekonomi AS anjlok setengah dan sepertiga pekerja menjadi pengangguran.
(more…)

Published in:  on February 13, 2008 at 4:22 am Leave a Comment

ketika matang itu tiba

  warsito suwadi (sitosuwadi@yahoo.com)

Proses pemasakan pada buah-buahan menjadi satu contoh sebuah kematangan akan selalu mengalami sebuah proses. Kita ambil contoh misalnya pisang. Dari yang berwarna hijau dengan warna buah yang putih setelah mengalami kematangan akan mengalami transformasi warna dan rasanya. Warna kulit menjadi kuning segar atau agak kuning tua, demikian buahnya menjadi manis.

Ketergesaan kadang memetik batunya. Apa yang kita nikmati bila kita tak sabar menunggu pisang hingga sampai matang. Walaupun sudah tua misalnya, pisang tersebut masih berasa hambar dan belum manis tentunya. Maka proses pemeraman yang benar atau kita tunggu sampai matang pohon adalah saat yang terbaik bagi kita untuk menikmati lezatnya buah pisang.

Proses dari pohon pisang yang kecil sampai berbuah hingga saat kita menunggu dengan sabar sampai buah tersebut tua dan matang.  Baik di peram ataupun dibiarkan matang dipohon ternyata adalah sebuah proses yang bisa dibilang lumayan lama. Kesabaran dan ketawakalan kita untuk memupuk dan menghalau segala hama dan penyakit yang menyerangnya, yang mampu mempersembahkan kenikmatan tersebut

Published in:  on February 7, 2008 at 2:44 am Leave a Comment